Senin, 13 Juni 2016

BAB III (Prototype System: K-Nearest Neighbor dan Naive Bayesian Methods)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN





III.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan, peristiwa, objek, apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait dengan variable-variable yang bisa dijelaskan, baik dengan angka-angka maupun kata-kata. (Setyosari, 2010).
Penelitian yang dilakukan adalah dengan berusaha meng-capture peristiwa dan kejadian yang menjadi pokok dari penelitian, kemudian menggambarkan atau memrepresentasikan hasil sebagaimana adanya, sehingga pemanfaatan temuan dari penelitian ini berlaku pada saat itu pula (real time research).
III.2 Metode Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan faktor penting dalam penelitian, hal ini berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, sumber data, dan kelengkapan data yang digunakan sebagai bahan pokok dalam penelitian. Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan untuk mengumpulkan data. Metode merujuk pada suatu cara sehingga dapat diperlihatkan penggunaan dan fungsi dari data itu sendiri. Dalam penelitian ini digunakan tiga jenis metode pengumpulan data.



III.2.1. Studi Kepustakaan
Riset kepustakaan atau studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, enslikopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain. (Subagyo, 2006). Dalam penelitian ini digunakan beberapa kajian literatur yang berkaitan dengan penggunaan case-base reasoning system, dimana hal tersebut menjadi pokok dari sistem berbasis data mining. Penelitian yang relevan sebagai pembanding dan referensi dari penelitian ini.
III.2.2. Observasi
Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi, kondisi). (Hendryadi, 2015). Penelitian ini menitikberatkan pada observasi tidak langsung, yaitu non participant observation. Menurut Hendryadi (2015), non participant observation merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam kegiatan atau proses yang sedang diamati. Karena penelitian ini mengamati sistem yang sudah terpasang, dan penelitian akan membandingkan kinerja proses sistem yang ada, maka menggunakan metode non participant observation..
III.2.3. Angket (kuesioner)
Angket atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. (Hendryadi, 2015). Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk mengumpulkan data sample yaitu data sebagai testing set yang digunakan dalam proses kalkulasi dengan training set. Pendapat lain menerangkan bahwa angket atau kuesioner merupakan suatu teknik pengumbpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat pengumpulan datanya disubut angket yang berisi sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh responden. (Sutopo, 2006).
III.3 Metode Perancangan Sistem
Perancangan sistem dapat diartikan sebagai refleksi dari gambaran atau sketsa sebuah alur penelitian yang dilakukan, mencakup pada metode atau langkah-langkah yang ditempuh dari suatu penelitian berupa deskripsi perencanaan sistem atau tools yang akan dibangun pada sebuah penelitian. Perancangan ini sebagai proses yang berkesinambungan setelah pengumpulan data telah utuh. Perancangan mencakup analisis kebutuhan, hardware, software, dan proses dari sebuah sistem.
III.3.1. Analisis System
Metode analisis sistem dalam alur kerja penelitian ini didasari pada analisis penggunaan metode dan tools yang direpresentasikan pada sebuah sistem. Pada tahapan ini dilakukan desain model tools yang digambarkan dengan bahasa standar untuk penulisan blue screen sebuah software menggunakan Unified Modeling language (UML). Perancangan sistem pada penelitian ini berpacu dalam analisa tiga komponen yaitu :
III.3.1.1. Analisis Kebutuhan Fungsi Sistem
Penelitian ini akan membangun sebuah prototype system yang berbasis artificial intelligent atau sebuah sistem pakar. Prototype system yang dibutuhkan harus memiliki semua sub sistem yaitu :
a. Sarana untuk Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition)
Pengetahuan yang diolah menggunakan metode ini bergantung pada jenis dari pengetahuan (Knowledge) yang hendak dikumpulkan dan digunakan dalam sistem. Penelitian ini bertujuan membangun Prototype sebuah sistem identifikasi kecenderungan dalam depresi, maka pengetahuan yang dibutuhkan adalah :
  1. Diagnosa dan tingkatan depresi.
  2. Gejala-gejala yang mengidentifikasikan kecenderungan depresi.
  3. Jenis-jenis kecenderungan depresi.
  4. Cara pencegahan dan saran untuk memberikan sebuah solusi.
  5. Nilai atau kalkulasi yang merepresentasikan tingkatan depresi
b. Sarana untuk Representasi Pengetahuan (Knowledge Representation)
Representasi pengetahuan merupakan sarana yang berbentuk basis pengetahuan dan basis aturan atau kaidah yang dikumpulkan, dikodekan, diorganisasikan, dan digambarkan dalam bentuk rancangan yang sistematis. Pengetahuan dinyatakan dalam bentuk aturan IF-THEN-ELSE. Bagian premis dari aturan yang digunakan untuk menentukan gejala kecenderungan depresi, sedangkan bagian dari kesimpulan berkaitan dengan nilai atau kalkulasi hasil kuesioner.

c. Sarana untuk Proses Inferensi (Inference Engine)
Merupakan suatu proses yang akan melakukan kalkulasi perhitungan untuk membandingkan akurasi dan kinerja proses metode task classification dengan menguji dua algoritma yaitu K-Nearest Neighbor dan Naive Bayes Classification dalam sebuah tools prototype artificial intelligent system. Prototype ini akan mengidentifikasi kecenderungan derpresi dini dengan cara pengambilan data melalui simulasi kuesioner terkomputerisasi. Semua proses inference terhimpun dari data hasil kuesioner yang penuh ketidakpastian. Maka dari itu data harus diolah terlebh dahulu dengan persamaan (2.1) untuk dijadikan data dengan variable bobot yang terjadi, sehingga kalkulasi dapat dilakukan yaitu kalkulasi dengan dua algoritma classification yang diujikan. Kalkulasi dilakukan dengan pencocokan data hasil kuesioner (testing set) dengan data casebase (training set).
III.3.1.2. Analisis Hardware System Tools
Penelitian ini bertajuk analisa akurasi dan kinerja sebuah algoritma classification yang membandingkan dua proses. Oleh karena itu penelitian ini akan membutuhkan sebuah tools untuk digunakan sebagai media perbandingan. Spesifikasinya sebagai berikut :
a. Jenis komputer : Net book acer AOD270
b. Processor : 4 x intel@atom CPU @1.86GHz
c. Installed memory : 2.0 GiB of RAM
d. Swap memory : 2.0 GiB of SWAP


III.3.1.3. Analisis Software System Tools
Untuk software tools yang digunakan dalam penelitian ini mencakup OS (Operating System), software development, DBMS (Data Base Management System), dan drawing structured diagram spesifikasinya sebagai berikut :
a. Operating System
System : Kubuntu Linux 14.04 32-bit
KDE Libs version : 4.13.3
QT version : 4.8.6
Kernel version : 3.16.0-37-generic
b. Software Development
Product version : Netbean IDE 8.0.2 (build 201411181905)
JAVA : 1.8.0_45 /Java HotSpot(TM) Client VM 25.45-b02
Runtime : Java(TM) SE Runtime Environment 1.8.0_45-b14
System :16.0-37-generic running on i386/UTF-8/in_ID (nb)
c. Data Base Management System
Product version : pgAdmin/PostgreSQL/1.20.0
Rev : REL-1_20_0
License : pgAdmin Development Team/postgreSQL license
d. Drawing Structured Diagrams
Product version : dia-normal 0.97.2
Author : The Free Software Foundation And The Author
Home Base : http://live.gnome.org/Dia
License : GNU general public license/MA02111-1307/USA
III.3.2. Perancangan Knowledge Base
Dalam penelitian ini perancangan knowledge base sangat penting adanya dikarenakan penggunaan case-base sebagai representasi pengetahuan seorang pakar yang mendiagnosa bermacam kecenderungan-kecenderungan seseorang menderita depresi. Knowledge base digunakan sebagai rujukan kalkulasi sistem.
Dalam perancangan Knowledge Base digunakan tiga komponen penting yang mendasari sebuah case-base yaitu fact and rule, knowledge base storage, dan agenda.(Aribowo, 2011). Dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :
a. Fact and Rule
Fact and rule merupakan aturan yang memiliki pola IF kondisi THEN aksi pada tabel case base yang memberikan respon pada input untuk menentukan proses yang tepat. Keuntungan yang diperoleh yaitu kemudahan dalam memodifikasi, baik perubahan, penambahan, dan penghapusan atau dikenal dengan sebutan CRUD (Create, Read, Update, Delete).
b. Knowledge Base Storage
Knowledge Base Storage merupakan tempat dimana penyimpanan basis pengetahuan dari pakar. Berisi relasi antar tabel untuk penyimpanan knowledge base dan proses inference. Dalam penelitian ini dijelaskan gambar 3.1 berikut :




gambar 3.1 Knowledge Base
Keterangan :
1. Table Knowledge
Tabel knowledge berisi knowledge yang tersedia dalam sistem. Tabel ini merupakan tabel induk dari fact dimana tabel fact akan berisi fakta-fakta kecenderungan depresi yang ada dalam sebuah knowledge.
2. Table Fact
Tabel fact berisi gejala-gejala depresi dan tingkatan depresi sesuai knowledge yang ada. Setiap fakta gejala depresi akan menjadi data induk untuk tabel rule.
3. Table Rule
Tabel rule berfungsi untuk menyimpan rule-rule untuk proses inferensi. Beberapa buah rule akan berelasi dengan satu fakta gejala depresi. Tabel rule akan berelasi satu ke banyak dengan tabel anteseden.
4. Table Anteseden
Tabel anteseden berisi gejala-gejala untuk setiap rule. Setiap gejala depresi dalam tabel fact akan menjadi data induk untuk tabel anteseden.
c. Agenda
Agenda merupakan daftar prioritas prosedur yang dibuat oleh inference engine dan direkam dalam working memory. Agenda akan diisi oleh rule yang aktif dalam inference. Jika terjadi konflik yang disebabkan adanya beberapa rule aktif dalam agenda maka penyelesaian konflik tersebut dilakukan dengan teknik specificity dimana rule yang dipilih adalah rule yang terbanyak jumlah kondisi yang terpenuhi dibandingkan dengan rule-rule lain dalam proses tersebut.
III.3.3. Perancangan Interface
User interface merupakan suatu mekanisme atau media komunikasi antar pemakai (user) dengan program. Bagian ini menyediakan dan memberikan fasilitas informasi dan beberapa keterangan yang mengarah pada penelusuran masalah sampai ditemukan solusi. (Aribowo, 2011). Penelitian yang dilakukan menggunakan tools JAVA Netbean sebagai alat desain dan perancangan interface.
III.3.4. Testing System
Testing adalah proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkn (defects/error/bug) dan kesalahan dalam sebuah kegiatan testing bukanlah sebuah error ataupun bug tetapi merupakan sebuah hasil yang tidak diharapkan sesuai dengan spesifikasi dari prmintaan customer. Dalamarti hal yang sedang terjadi tidak sama dengan hal yang diharapka. (ANSI/IEEE, 1059)

 

0 komentar:

Posting Komentar