Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis
metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah penelitian
yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan,
peristiwa, objek, apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait
dengan variable-variable
yang
bisa dijelaskan, baik dengan angka-angka maupun kata-kata.
(Setyosari, 2010).
Penelitian
yang dilakukan adalah dengan berusaha meng-capture
peristiwa dan kejadian yang menjadi pokok dari penelitian, kemudian
menggambarkan atau memrepresentasikan hasil sebagaimana adanya,
sehingga pemanfaatan temuan dari penelitian ini berlaku pada saat itu
pula (real
time research).
III.2 Metode Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data merupakan faktor penting dalam penelitian, hal ini
berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, sumber data, dan
kelengkapan data yang digunakan sebagai bahan pokok dalam penelitian.
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan
untuk mengumpulkan data. Metode merujuk pada suatu cara sehingga
dapat diperlihatkan penggunaan dan fungsi dari data itu sendiri.
Dalam penelitian ini digunakan tiga jenis metode pengumpulan data.
III.2.1. Studi Kepustakaan
Riset
kepustakaan atau studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan
oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik
atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat
diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian,
karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, enslikopedia, dan
sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.
(Subagyo, 2006). Dalam penelitian ini digunakan beberapa kajian
literatur yang berkaitan dengan penggunaan case-base
reasoning system, dimana
hal tersebut menjadi pokok dari sistem berbasis data
mining. Penelitian
yang relevan sebagai pembanding dan referensi dari penelitian ini.
III.2.2. Observasi
Observasi
merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya
mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat
digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,
kondisi). (Hendryadi, 2015). Penelitian ini menitikberatkan pada
observasi tidak langsung, yaitu non
participant observation. Menurut
Hendryadi (2015), non
participant observation
merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam
kegiatan atau proses yang sedang diamati. Karena penelitian ini
mengamati sistem yang sudah terpasang, dan penelitian akan
membandingkan kinerja proses sistem yang ada, maka menggunakan metode
non
participant observation..
III.2.3. Angket (kuesioner)
Angket
atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang
lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. (Hendryadi, 2015).
Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk mengumpulkan data sample
yaitu data sebagai testing
set
yang digunakan dalam proses kalkulasi dengan training
set.
Pendapat lain menerangkan bahwa angket atau kuesioner merupakan suatu
teknik pengumbpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak
langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat
pengumpulan datanya disubut angket yang berisi sejumlah
pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh
responden. (Sutopo, 2006).
III.3 Metode Perancangan Sistem
Perancangan
sistem dapat diartikan sebagai refleksi dari gambaran atau sketsa
sebuah alur penelitian yang dilakukan, mencakup pada metode atau
langkah-langkah yang ditempuh dari suatu penelitian berupa deskripsi
perencanaan sistem atau tools
yang akan dibangun pada sebuah penelitian.
Perancangan ini sebagai proses yang berkesinambungan setelah
pengumpulan data telah utuh. Perancangan mencakup analisis kebutuhan,
hardware,
software, dan
proses dari
sebuah sistem.
III.3.1. Analisis System
Metode
analisis sistem dalam alur kerja penelitian ini didasari pada
analisis penggunaan metode dan tools
yang direpresentasikan pada sebuah sistem. Pada tahapan ini dilakukan
desain model tools
yang digambarkan dengan bahasa standar untuk penulisan blue
screen
sebuah software
menggunakan Unified
Modeling language (UML).
Perancangan sistem pada penelitian ini berpacu dalam analisa tiga
komponen yaitu :
III.3.1.1.
Analisis Kebutuhan Fungsi Sistem
Penelitian
ini akan membangun sebuah prototype
system
yang berbasis artificial
intelligent atau
sebuah sistem pakar. Prototype
system
yang dibutuhkan harus memiliki semua sub sistem yaitu :
a.
Sarana untuk Akuisisi Pengetahuan (Knowledge
Acquisition)
Pengetahuan
yang diolah menggunakan metode ini bergantung pada jenis dari
pengetahuan (Knowledge)
yang hendak dikumpulkan dan digunakan dalam sistem. Penelitian ini
bertujuan membangun Prototype
sebuah sistem identifikasi kecenderungan dalam depresi, maka
pengetahuan yang dibutuhkan adalah :
-
Diagnosa
dan tingkatan depresi.
-
Gejala-gejala
yang mengidentifikasikan kecenderungan depresi.
-
Jenis-jenis
kecenderungan depresi.
-
Cara
pencegahan dan saran untuk memberikan sebuah solusi.
-
Nilai
atau kalkulasi yang merepresentasikan tingkatan depresi
b. Sarana
untuk Representasi Pengetahuan (Knowledge
Representation)
Representasi
pengetahuan merupakan sarana yang berbentuk basis pengetahuan dan
basis aturan atau kaidah yang dikumpulkan, dikodekan,
diorganisasikan, dan digambarkan dalam bentuk rancangan yang
sistematis. Pengetahuan dinyatakan dalam bentuk aturan IF-THEN-ELSE.
Bagian premis dari aturan yang digunakan untuk menentukan gejala
kecenderungan depresi, sedangkan bagian dari kesimpulan berkaitan
dengan nilai atau kalkulasi hasil kuesioner.
c. Sarana
untuk Proses Inferensi (Inference
Engine)
Merupakan
suatu proses yang akan melakukan kalkulasi perhitungan untuk
membandingkan akurasi dan kinerja proses metode task
classification
dengan menguji dua algoritma yaitu K-Nearest
Neighbor dan
Naive
Bayes Classification
dalam sebuah tools
prototype artificial intelligent system.
Prototype
ini akan mengidentifikasi kecenderungan derpresi dini dengan cara
pengambilan data melalui simulasi kuesioner terkomputerisasi. Semua
proses inference
terhimpun
dari data hasil kuesioner yang penuh ketidakpastian. Maka dari itu
data harus diolah terlebh dahulu dengan persamaan (2.1) untuk
dijadikan data dengan variable
bobot yang terjadi, sehingga kalkulasi dapat dilakukan yaitu
kalkulasi dengan dua algoritma classification
yang diujikan. Kalkulasi dilakukan dengan pencocokan data hasil
kuesioner (testing
set)
dengan data casebase
(training
set).
III.3.1.2.
Analisis Hardware System
Tools
Penelitian
ini bertajuk analisa akurasi dan kinerja sebuah algoritma
classification
yang membandingkan dua proses. Oleh karena itu penelitian ini akan
membutuhkan sebuah tools
untuk digunakan sebagai media perbandingan. Spesifikasinya sebagai
berikut :
a.
Jenis komputer : Net
book acer
AOD270
b.
Processor :
4
x intel@atom
CPU @1.86GHz
c.
Installed
memory :
2.0 GiB of RAM
d. Swap
memory :
2.0 GiB of SWAP
III.3.1.3.
Analisis Software System
Tools
Untuk
software tools
yang
digunakan dalam penelitian ini mencakup OS (Operating
System),
software
development,
DBMS (Data Base
Management System),
dan drawing
structured diagram spesifikasinya
sebagai berikut :
a.
Operating System
System :
Kubuntu Linux 14.04 32-bit
KDE
Libs
version :
4.13.3
QT
version :
4.8.6
Kernel
version :
3.16.0-37-generic
b.
Software
Development
Product
version :
Netbean IDE 8.0.2 (build
201411181905)
JAVA :
1.8.0_45 /Java
HotSpot(TM)
Client VM
25.45-b02
Runtime :
Java(TM)
SE Runtime
Environment 1.8.0_45-b14
System :16.0-37-generic
running on i386/UTF-8/in_ID
(nb)
c.
Data Base
Management System
Product
version :
pgAdmin/PostgreSQL/1.20.0
Rev :
REL-1_20_0
License :
pgAdmin Development
Team/postgreSQL
license
d.
Drawing Structured
Diagrams
Product version :
dia-normal 0.97.2
Author :
The Free Software
Foundation And The Author
Home
Base :
http://live.gnome.org/Dia
License : GNU general public license/MA02111-1307/USA
III.3.2. Perancangan Knowledge
Base
Dalam
penelitian ini perancangan knowledge
base sangat
penting adanya dikarenakan penggunaan case-base
sebagai
representasi pengetahuan seorang pakar yang mendiagnosa bermacam
kecenderungan-kecenderungan seseorang menderita depresi. Knowledge
base
digunakan sebagai rujukan kalkulasi sistem.
Dalam perancangan Knowledge Base
digunakan tiga komponen penting yang mendasari sebuah case-base
yaitu fact and rule,
knowledge base storage, dan
agenda.(Aribowo,
2011). Dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :
a. Fact
and Rule
Fact and rule merupakan
aturan yang memiliki pola IF kondisi THEN aksi pada tabel case
base yang memberikan respon pada
input untuk menentukan
proses yang tepat. Keuntungan yang diperoleh yaitu kemudahan dalam
memodifikasi, baik perubahan, penambahan, dan penghapusan atau
dikenal dengan sebutan CRUD (Create, Read, Update, Delete).
b. Knowledge
Base Storage
Knowledge
Base Storage merupakan
tempat dimana penyimpanan basis pengetahuan dari pakar. Berisi relasi
antar tabel untuk penyimpanan knowledge
base dan
proses inference.
Dalam
penelitian ini dijelaskan gambar 3.1 berikut :
gambar 3.1 Knowledge
Base
Keterangan
:
1.
Table
Knowledge
Tabel
knowledge
berisi knowledge
yang tersedia dalam sistem. Tabel ini merupakan tabel induk dari fact
dimana tabel fact
akan berisi fakta-fakta kecenderungan depresi yang ada dalam sebuah
knowledge.
2.
Table Fact
Tabel
fact
berisi gejala-gejala depresi dan tingkatan depresi sesuai knowledge
yang ada. Setiap fakta gejala depresi akan menjadi data induk untuk
tabel rule.
3.
Table
Rule
Tabel
rule
berfungsi untuk menyimpan rule-rule
untuk proses inferensi. Beberapa buah rule
akan berelasi dengan satu fakta gejala depresi. Tabel rule
akan berelasi satu ke banyak dengan tabel anteseden.
4.
Table
Anteseden
Tabel
anteseden berisi gejala-gejala untuk setiap rule.
Setiap gejala depresi dalam tabel fact
akan menjadi data induk untuk tabel anteseden.
c. Agenda
Agenda
merupakan daftar prioritas prosedur yang dibuat oleh inference
engine
dan direkam dalam working
memory.
Agenda akan diisi oleh rule
yang aktif dalam inference.
Jika terjadi konflik yang disebabkan adanya beberapa rule
aktif dalam agenda maka penyelesaian konflik tersebut dilakukan
dengan teknik specificity
dimana rule
yang dipilih adalah rule
yang terbanyak jumlah kondisi yang terpenuhi dibandingkan dengan
rule-rule
lain dalam proses tersebut.
III.3.3.
Perancangan Interface
User
interface merupakan
suatu mekanisme atau media komunikasi antar pemakai (user)
dengan program. Bagian ini menyediakan dan memberikan fasilitas
informasi dan beberapa keterangan yang mengarah pada penelusuran
masalah sampai ditemukan solusi. (Aribowo, 2011). Penelitian yang
dilakukan menggunakan tools
JAVA
Netbean sebagai alat desain dan perancangan interface.
III.3.4.
Testing System
Testing
adalah
proses menganalisa suatu entitas software
untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi
yang diinginkn (defects/error/bug)
dan kesalahan dalam sebuah kegiatan testing
bukanlah
sebuah error
ataupun
bug
tetapi merupakan sebuah hasil yang tidak diharapkan sesuai dengan
spesifikasi dari prmintaan customer.
Dalamarti hal yang sedang terjadi tidak sama dengan hal yang
diharapka. (ANSI/IEEE, 1059)