This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Kamis, 11 Agustus 2016
Selasa, 21 Juni 2016
Cara Seting Bios
1. Nyalakan laptop, tekan tombol F2 saat muncul "Press F2 to enter setup" di pojok kiri bawah. Setiap komputer merk apapun pasti ada petunjuk tombol masuk bios pada saat komputer pertama kali menyala (Del/Esc/F12). Dalam hal ini Acer menggunakan tombol F2.
2. Nah sekarang Anda berada di antarmuka BIOS.
3.Tekan tombol navigasi kanan mengarah ke menu Boot.
4 Lihat fungsi-fungsi tombol di sebelah kanan layar. Jika laptop anda bukan Acer atau beda versi BIOSnya, akan ada petunjuk disisi kanan layar walapun dalam bahasa inggris.
5. Sebelum mengubah apapun. Pastikan anda mencatat atau memoto urutan boot tersebut, akan sangat berguna jika Anda selesai instalasi atau jika Anda lupa.
6. Pada menu Boot akan muncul jenis-jenis perangkat yang bisa di boot. Jika ada namanya berarti perangkat tersebut sudah terdeteksi oleh Bios. Perangkat mana yang mau Anda boot? Dari CDROM atau flashdisk?
ATAPI CDROM : - cdrom internal
USB CDROM : - untuk cdrom eksternal
USB HDD : - untuk bootable flashdisk
Mohon diingat! Ketika Anda memasang perangkat boot eksternal, colokkan kabel USB pada port USB1 ataupun port USB2 , jangan colokkan pada port USB3 (berwarna biru ).
7. Edit Boot Priority Order. Pada langkah ini kita memindahkan perangkat ke urutan yang paling atas. Pindahkan perangkat yang mau di boot ke urutan paling atas /NO. 1 dengan menekan F6 dan F5 ( F6 untuk menaikkan dan F5 untuk menurunkan ).
8. Tekan F10 untuk menyimpan dan keluar.
9. Biarkan laptop nyala seperti biasa dan akan boot ke perangkat yang dimaksud.
2. Nah sekarang Anda berada di antarmuka BIOS.
3.Tekan tombol navigasi kanan mengarah ke menu Boot.
4 Lihat fungsi-fungsi tombol di sebelah kanan layar. Jika laptop anda bukan Acer atau beda versi BIOSnya, akan ada petunjuk disisi kanan layar walapun dalam bahasa inggris.
5. Sebelum mengubah apapun. Pastikan anda mencatat atau memoto urutan boot tersebut, akan sangat berguna jika Anda selesai instalasi atau jika Anda lupa.
6. Pada menu Boot akan muncul jenis-jenis perangkat yang bisa di boot. Jika ada namanya berarti perangkat tersebut sudah terdeteksi oleh Bios. Perangkat mana yang mau Anda boot? Dari CDROM atau flashdisk?
ATAPI CDROM : - cdrom internal
USB CDROM : - untuk cdrom eksternal
USB HDD : - untuk bootable flashdisk
Mohon diingat! Ketika Anda memasang perangkat boot eksternal, colokkan kabel USB pada port USB1 ataupun port USB2 , jangan colokkan pada port USB3 (berwarna biru ).
7. Edit Boot Priority Order. Pada langkah ini kita memindahkan perangkat ke urutan yang paling atas. Pindahkan perangkat yang mau di boot ke urutan paling atas /NO. 1 dengan menekan F6 dan F5 ( F6 untuk menaikkan dan F5 untuk menurunkan ).
8. Tekan F10 untuk menyimpan dan keluar.
9. Biarkan laptop nyala seperti biasa dan akan boot ke perangkat yang dimaksud.
Senin, 13 Juni 2016
BAB III (Prototype System: K-Nearest Neighbor dan Naive Bayesian Methods)
BAB III
METODOLOGI
PENELITIAN
III.1 Metode Penelitian
Metode
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis
metode deskriptif. Metode penelitian deskriptif adalah penelitian
yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan suatu keadaan,
peristiwa, objek, apakah orang, atau segala sesuatu yang terkait
dengan variable-variable
yang
bisa dijelaskan, baik dengan angka-angka maupun kata-kata.
(Setyosari, 2010).
Penelitian
yang dilakukan adalah dengan berusaha meng-capture
peristiwa dan kejadian yang menjadi pokok dari penelitian, kemudian
menggambarkan atau memrepresentasikan hasil sebagaimana adanya,
sehingga pemanfaatan temuan dari penelitian ini berlaku pada saat itu
pula (real
time research).
III.2 Metode Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data merupakan faktor penting dalam penelitian, hal ini
berkaitan dengan bagaimana cara mengumpulkan data, sumber data, dan
kelengkapan data yang digunakan sebagai bahan pokok dalam penelitian.
Metode pengumpulan data merupakan teknik atau cara yang dilakukan
untuk mengumpulkan data. Metode merujuk pada suatu cara sehingga
dapat diperlihatkan penggunaan dan fungsi dari data itu sendiri.
Dalam penelitian ini digunakan tiga jenis metode pengumpulan data.
III.2.1. Studi Kepustakaan
Riset
kepustakaan atau studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan
oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik
atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Informasi itu dapat
diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian,
karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, enslikopedia, dan
sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.
(Subagyo, 2006). Dalam penelitian ini digunakan beberapa kajian
literatur yang berkaitan dengan penggunaan case-base
reasoning system, dimana
hal tersebut menjadi pokok dari sistem berbasis data
mining. Penelitian
yang relevan sebagai pembanding dan referensi dari penelitian ini.
III.2.2. Observasi
Observasi
merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang tidak hanya
mengukur sikap dari responden (wawancara dan angket) namun juga dapat
digunakan untuk merekam berbagai fenomena yang terjadi (situasi,
kondisi). (Hendryadi, 2015). Penelitian ini menitikberatkan pada
observasi tidak langsung, yaitu non
participant observation. Menurut
Hendryadi (2015), non
participant observation
merupakan observasi yang penelitinya tidak ikut secara langsung dalam
kegiatan atau proses yang sedang diamati. Karena penelitian ini
mengamati sistem yang sudah terpasang, dan penelitian akan
membandingkan kinerja proses sistem yang ada, maka menggunakan metode
non
participant observation..
III.2.3. Angket (kuesioner)
Angket
atau kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan
cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan kepada orang
lain yang dijadikan responden untuk dijawabnya. (Hendryadi, 2015).
Dalam penelitian ini, angket digunakan untuk mengumpulkan data sample
yaitu data sebagai testing
set
yang digunakan dalam proses kalkulasi dengan training
set.
Pendapat lain menerangkan bahwa angket atau kuesioner merupakan suatu
teknik pengumbpulan data secara tidak langsung (peneliti tidak
langsung bertanya jawab dengan responden). Instrumen atau alat
pengumpulan datanya disubut angket yang berisi sejumlah
pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab atau direspon oleh
responden. (Sutopo, 2006).
Perancangan
sistem dapat diartikan sebagai refleksi dari gambaran atau sketsa
sebuah alur penelitian yang dilakukan, mencakup pada metode atau
langkah-langkah yang ditempuh dari suatu penelitian berupa deskripsi
perencanaan sistem atau tools
yang akan dibangun pada sebuah penelitian.
Perancangan ini sebagai proses yang berkesinambungan setelah
pengumpulan data telah utuh. Perancangan mencakup analisis kebutuhan,
hardware,
software, dan
proses dari
sebuah sistem.
III.3.1. Analisis System
Metode
analisis sistem dalam alur kerja penelitian ini didasari pada
analisis penggunaan metode dan tools
yang direpresentasikan pada sebuah sistem. Pada tahapan ini dilakukan
desain model tools
yang digambarkan dengan bahasa standar untuk penulisan blue
screen
sebuah software
menggunakan Unified
Modeling language (UML).
Perancangan sistem pada penelitian ini berpacu dalam analisa tiga
komponen yaitu :
III.3.1.1.
Analisis Kebutuhan Fungsi Sistem
Penelitian
ini akan membangun sebuah prototype
system
yang berbasis artificial
intelligent atau
sebuah sistem pakar. Prototype
system
yang dibutuhkan harus memiliki semua sub sistem yaitu :
a.
Sarana untuk Akuisisi Pengetahuan (Knowledge
Acquisition)
Pengetahuan
yang diolah menggunakan metode ini bergantung pada jenis dari
pengetahuan (Knowledge)
yang hendak dikumpulkan dan digunakan dalam sistem. Penelitian ini
bertujuan membangun Prototype
sebuah sistem identifikasi kecenderungan dalam depresi, maka
pengetahuan yang dibutuhkan adalah :
-
Diagnosa dan tingkatan depresi.
-
Gejala-gejala yang mengidentifikasikan kecenderungan depresi.
-
Jenis-jenis kecenderungan depresi.
-
Cara pencegahan dan saran untuk memberikan sebuah solusi.
-
Nilai atau kalkulasi yang merepresentasikan tingkatan depresi
b. Sarana
untuk Representasi Pengetahuan (Knowledge
Representation)
Representasi
pengetahuan merupakan sarana yang berbentuk basis pengetahuan dan
basis aturan atau kaidah yang dikumpulkan, dikodekan,
diorganisasikan, dan digambarkan dalam bentuk rancangan yang
sistematis. Pengetahuan dinyatakan dalam bentuk aturan IF-THEN-ELSE.
Bagian premis dari aturan yang digunakan untuk menentukan gejala
kecenderungan depresi, sedangkan bagian dari kesimpulan berkaitan
dengan nilai atau kalkulasi hasil kuesioner.
c. Sarana
untuk Proses Inferensi (Inference
Engine)
Merupakan
suatu proses yang akan melakukan kalkulasi perhitungan untuk
membandingkan akurasi dan kinerja proses metode task
classification
dengan menguji dua algoritma yaitu K-Nearest
Neighbor dan
Naive
Bayes Classification
dalam sebuah tools
prototype artificial intelligent system.
Prototype
ini akan mengidentifikasi kecenderungan derpresi dini dengan cara
pengambilan data melalui simulasi kuesioner terkomputerisasi. Semua
proses inference
terhimpun
dari data hasil kuesioner yang penuh ketidakpastian. Maka dari itu
data harus diolah terlebh dahulu dengan persamaan (2.1) untuk
dijadikan data dengan variable
bobot yang terjadi, sehingga kalkulasi dapat dilakukan yaitu
kalkulasi dengan dua algoritma classification
yang diujikan. Kalkulasi dilakukan dengan pencocokan data hasil
kuesioner (testing
set)
dengan data casebase
(training
set).
III.3.1.2.
Analisis Hardware System
Tools
Penelitian
ini bertajuk analisa akurasi dan kinerja sebuah algoritma
classification
yang membandingkan dua proses. Oleh karena itu penelitian ini akan
membutuhkan sebuah tools
untuk digunakan sebagai media perbandingan. Spesifikasinya sebagai
berikut :
a.
Jenis komputer : Net
book acer
AOD270
b.
Processor :
4
x intel@atom
CPU @1.86GHz
c.
Installed
memory :
2.0 GiB of RAM
d. Swap
memory :
2.0 GiB of SWAP
III.3.1.3.
Analisis Software System
Tools
Untuk
software tools
yang
digunakan dalam penelitian ini mencakup OS (Operating
System),
software
development,
DBMS (Data Base
Management System),
dan drawing
structured diagram spesifikasinya
sebagai berikut :
a.
Operating System
System :
Kubuntu Linux 14.04 32-bit
KDE
Libs
version :
4.13.3
QT
version :
4.8.6
Kernel
version :
3.16.0-37-generic
b.
Software
Development
Product
version :
Netbean IDE 8.0.2 (build
201411181905)
JAVA :
1.8.0_45 /Java
HotSpot(TM)
Client VM
25.45-b02
Runtime :
Java(TM)
SE Runtime
Environment 1.8.0_45-b14
System :16.0-37-generic
running on i386/UTF-8/in_ID
(nb)
c.
Data Base
Management System
Product
version :
pgAdmin/PostgreSQL/1.20.0
Rev :
REL-1_20_0
License :
pgAdmin Development
Team/postgreSQL
license
d.
Drawing Structured
Diagrams
Product version :
dia-normal 0.97.2
Author :
The Free Software
Foundation And The Author
Home
Base :
http://live.gnome.org/Dia
License : GNU general public license/MA02111-1307/USA
III.3.2. Perancangan Knowledge
Base
Dalam
penelitian ini perancangan knowledge
base sangat
penting adanya dikarenakan penggunaan case-base
sebagai
representasi pengetahuan seorang pakar yang mendiagnosa bermacam
kecenderungan-kecenderungan seseorang menderita depresi. Knowledge
base
digunakan sebagai rujukan kalkulasi sistem.
Dalam perancangan Knowledge Base
digunakan tiga komponen penting yang mendasari sebuah case-base
yaitu fact and rule,
knowledge base storage, dan
agenda.(Aribowo,
2011). Dalam penelitian ini dijelaskan sebagai berikut :
a. Fact
and Rule
Fact and rule merupakan
aturan yang memiliki pola IF kondisi THEN aksi pada tabel case
base yang memberikan respon pada
input untuk menentukan
proses yang tepat. Keuntungan yang diperoleh yaitu kemudahan dalam
memodifikasi, baik perubahan, penambahan, dan penghapusan atau
dikenal dengan sebutan CRUD (Create, Read, Update, Delete).
Knowledge
Base Storage merupakan
tempat dimana penyimpanan basis pengetahuan dari pakar. Berisi relasi
antar tabel untuk penyimpanan knowledge
base dan
proses inference.
Dalam
penelitian ini dijelaskan gambar 3.1 berikut :
gambar 3.1 Knowledge
Base
Keterangan
:
1.
Table
Knowledge
Tabel
knowledge
berisi knowledge
yang tersedia dalam sistem. Tabel ini merupakan tabel induk dari fact
dimana tabel fact
akan berisi fakta-fakta kecenderungan depresi yang ada dalam sebuah
knowledge.
2.
Table Fact
Tabel
fact
berisi gejala-gejala depresi dan tingkatan depresi sesuai knowledge
yang ada. Setiap fakta gejala depresi akan menjadi data induk untuk
tabel rule.
3.
Table
Rule
Tabel
rule
berfungsi untuk menyimpan rule-rule
untuk proses inferensi. Beberapa buah rule
akan berelasi dengan satu fakta gejala depresi. Tabel rule
akan berelasi satu ke banyak dengan tabel anteseden.
4.
Table
Anteseden
Tabel
anteseden berisi gejala-gejala untuk setiap rule.
Setiap gejala depresi dalam tabel fact
akan menjadi data induk untuk tabel anteseden.
c. Agenda
Agenda
merupakan daftar prioritas prosedur yang dibuat oleh inference
engine
dan direkam dalam working
memory.
Agenda akan diisi oleh rule
yang aktif dalam inference.
Jika terjadi konflik yang disebabkan adanya beberapa rule
aktif dalam agenda maka penyelesaian konflik tersebut dilakukan
dengan teknik specificity
dimana rule
yang dipilih adalah rule
yang terbanyak jumlah kondisi yang terpenuhi dibandingkan dengan
rule-rule
lain dalam proses tersebut.
III.3.3.
Perancangan Interface
User
interface merupakan
suatu mekanisme atau media komunikasi antar pemakai (user)
dengan program. Bagian ini menyediakan dan memberikan fasilitas
informasi dan beberapa keterangan yang mengarah pada penelusuran
masalah sampai ditemukan solusi. (Aribowo, 2011). Penelitian yang
dilakukan menggunakan tools
JAVA
Netbean sebagai alat desain dan perancangan interface.
III.3.4.
Testing System
Testing
adalah
proses menganalisa suatu entitas software
untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi
yang diinginkn (defects/error/bug)
dan kesalahan dalam sebuah kegiatan testing
bukanlah
sebuah error
ataupun
bug
tetapi merupakan sebuah hasil yang tidak diharapkan sesuai dengan
spesifikasi dari prmintaan customer.
Dalamarti hal yang sedang terjadi tidak sama dengan hal yang
diharapka. (ANSI/IEEE, 1059)
Sabtu, 11 Juni 2016
BAB 1 (Prototype System: K-Nearest Neighbor dan Naive Bayesian Methods)
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Penelitian
Penelitian ini merupakan langkah analisa ketepatan
akurasi dan kecepatan kinerja antara dua jenis task
classification dalam
case-based reasoning yang
diterapkan pada prototype
sistem yang berbasis artificial
intelligent. Penggunaan
algoritma dalam data mining
sangat
mempengaruhi akurasi hasil proses dan kecepatan proses. Maka
pemilihan algoritma yang tepat akan memberikan hasil yang maksimal
pada sebuah sistem berbasis artificial
intelligent. Penelitian
ini akan membangun prototype
artificial intelligent system yang
membandingkan dua metode yaitu K-Nearest
Neighbor dan
Naive Bayes Classification
menggunakan
data set yang
sama sebagai pengujian.
Penelitian
ini diangkat penulis berdasarkan penelitian sebelumnya, telah
mendapatkan hasil kecepatan kinerja yang belum maksimal, sehingga
perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai pemilihan algoritma
terbaik dalam sistem berbasis artificial
intelligent.
Penelitian ini diharapkan mampu memperbaiki dan memaksimalkan hasil akurasi dan kecepatan kinerja proses sistem hasil penelitian penulis terdahulu yang bertemakan sistem berbasis kasus untuk diagnosa depresi. Penelitian sebelummnya memiliki kekurangan pada perhitungan nilai similarity yang didapatkan dengan pemberian variable yang berbeda. Penelitian ini akan menambahkan nilai logaritma hasil dari stemming (TF-Idf) pada preprocessing data set sebelum diujikan terhadap kedua metode.
I.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang permasalahan yang telah diuraikan, maka permasalahan
yang ada dapat dirumuskan sebagai berikut :
Bagaimana membangun sebuah
sistem
untuk menyimpulkan penggunaan metode terbaik antara predictive
classification dan
descriptive classification berbasis
prototype artificial intelligent
system untuk
diagnosa gejala psikologis.
Bagaimana
menganalisa proses dan kinerja metode menggunakan suatu prototype
sistem
identifikasi kemudian membandingkan hasil antara dua metode yang
diuji.
Bagaimana menerapkan hasil analisis algoritma
untuk digunakan pada prototype
artificial intelligent system untuk
diagnosa depresi.
I.3 Batasan Masalah
Meninjau luasnya permasalahan dan menghindari
penyimpangan pokok penelitian, maka permasalahan akan dibatasi pada :
-
Penelitian menganalisa nilai akurasi dan kecepatan kinerja dari dua jenis task antara predictive dan descriptive classification pada Case Base Reasoning System (CBR).
-
Penelitian menggunakan dua metode yaitu K-Nearest Neighbor dan Naive Bayesian Classification sebagai sample metode predictive classification dan descriptive classification.
-
Implementasi analisa algoritma menggunakan identical flow processing dalam penulisan source code programming yang digunakan.I.4 Tujuan PenelitianTujuan dilakukannya penelitian ini adalah menghasilkan analisa metode terbaik berupa nilai perbandingan akurasi dan kecepatan kinerja dari task process antara predictive classification dan descriptive classification pada case-based reasoning berbasis prototype artificial intelligent system untuk identifikasi psikologis berupa kecenderungan depresi.I.5 Manfaat PenelitianAdapun manfaat dari penelitian ini masih bersifat kesimpulan dan hasil analisa ketepatan akurasi dan kecepatan kinerja dari sebuah proses algoritma diantaranya :
-
Menghasilkan analisa akurasi terbaik antara metode K-Nearest Neighbor dan Naive Bayesian Classification sebagai sample metode predictive dan descriptive classification dalam case-based reasoning system.
-
Memperbaiki kinerja sistem yang telah penulis rancang sebelumnya mengenai akurasi proses dan kecepatan kinerja sistem.
-
Memberikan kesimpulan akurasi proses dan perbandingan kecepatan kinerja metode K-Nearest Neighbor dan Naive Bayesian Classification yang berguna dalam pemilihan algoritma yang terbaik dalam case-based reasoning system untuk penelitian dikemudian hari.
-
Menjadi referensi untuk pembaca dalam merancang sistem yang bertema case-based reasoning dengan desain input menggunakan kuesioner, sebagai sistem identifikasi depresi.I.6 Sistematika PenulisanSistematika yang digunakan pada penulisan laporan penelitian dalam laporan Penelitian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :BAB I PENDAHULUANBab pendahuluan berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistemaika penulisan yang pada dasarnya menjadi pokok permasalahan dan kerangka penyusunan target penelitian.BAB II KAJIAN PUSTAKABab kajian pustaka diuraikan teori-teori yang menjadi pedoman dalam penyusunan laporan dan memberikan pondasi informasi yang sesuai dengan latar belakang permasalahan dan pokok penelitian. Bab ini berisi kajian pustaka, kerangka pemikiran, dan hipotesis mengenai masalah yang diangkat dalam penelitian. Literatur review yang relevan akan dibahas secara kritis.BAB III METODOLOGI PENELITIANBab metode penelitian menegaskan pendekatan, metode dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang dapat menjawab atau menjelaskan masalah penelitian meliputi, bahan (objek) penelitian dan metode (desain) berupa argumentasi pemilihan metode dengan memperhatikan sifat variable penelitian dan jenis informasi yang diperlukanBAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEMBab analisis dan perancangan sistem mencerminkan alur analisa dan penyusunan tools untuk mendapatkan wadah dalam memproyeksikan algoritma metode ke dalam suatu sistem yang mempunyai fungsi selayaknya prototype artificial intelligent system, analisa berupa analisis masalah, analisis kebutuhan sistem. Perancangan sistem berupa flow processing, database, dan interface.BAB V PEMBAHASAN DAN IMPLEMENTASIBab implementasi dan pembahasan menguraikan hasil penyajian hipotesis dan deskripsi data penunjang beserta interpretasinya. Kemudian menganalisis hasil analisa dengan pendekatan metode penelitian untuk diproyeksikan kedalam implementasi sistem, dituliskan dalam interface system beserta input, processing, dan output system.BAB VI PENUTUPBab penutup menyatakan pemahaman tentang masalah yang diteliti berkaitan dengan penelitian berupa kesimpulan dan saran. Kesimpulan menyatakan temuan penelitian berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan. Saran menyatakan penyataan saran teoritis tentang penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dari bidang ilmu yang dikaji, serta saran praktis yang terkait penerapan hasil penelitian.DAFTAR PUSTAKAMerupakan daftar dari seluruh kepustakaan yang digunakan dalam penelitian, dengan format penulisan berdasarkan pedoman tata penulisan dalam penelitian.
-













